SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI GANECA EKA PRASETYA GUDEP 01.147-148 SMPN 7 MAGELANG

Rabu, 22 Januari 2014

Ketua Kwarnas periode 2013-2019

ImageGerakan Pramuka baru saja merampungkan gelaran Musyawarah Nasional Pramuka di Kupang NTT yang sudah dimulai sejak tanggal 3 Desember. Munas yang sedianya akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono akhirnya hanya dibuka oleh Menpora Roy Suryo.
Selain melakukan evaluasi dan pertanggungjawaban kepengurusan Kwarnas periode sebelumnya, agenda yang paling menjadi perhatian peserta adalah pemilihan ketua Kwarnas yang baru. Setelah melakukan proses pemilihan maka terpilihlah Adyaksa Dault (mantan Menpora) sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka periode 2013-2018 menggantikan Azrul Azwar dengan 17 suara mengalahkan calon lainnya yaitu Dede Yusuf Macan Efendi (ka Kwarda Jabar dan mantan Wagub Jabar), Eris Heryanto ( Wakil Ketua Kwarnas), Jana Tjahjana Aanggadiredja (Mantan Waka Kwarnas), Syahrul Yasin Limpo (Gubernur dan Kakwarda Sulawesi Selatan), dan Nanan Sukarna (Mantan Waka Polri). Pramuka sebagai gerakan kepemudaan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan karakter bangsa. Terlebih dukungan dari kebijakan Kementerian pendidikan Nasional yang mewajibkan Gerakan Pramuka sebagai program ekstrakurikuler wajib di setiap sekolah. Sebab pendidikan karakter tidak melulu bisa dibentuk dalam pembelajaran dikelas. Program-program kegiatan dalam pramuka sangat mendukung pembentukan karakter siswa. Hanya saja dalam pelaksanaannya saat ini pramuka seakan kehilangan jati dirinya dalam mengambil peran besar pada pendidikan karakter. Suka atau tidak, pramuka sering di salahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memuluskan kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompoknya. Sedikit banyak hal ini terlihat dari calon-calon ketua Kwarnas yang maju dalam pemilihan ketua di Munas 2013 ini. Sebagian besar adalah individu-individu yang kental aktivitas politiknya termasuk diantaranya ketua terpilih. Melihat track record Adyaksa dault sebagai ketua terpilih gerakan pramuka dan terlepas dari latar belakang politiknya maka ada sedikit harapan bahwa Gerakan pramuka akan mampu memfungsikan kembali mesin-mesin gerakannya sebagai kendaraan vital dalam pembentukan karakter anak bangsa. Bukan mesin yang hidup untuk menggerakkan ambisi-ambisi politik individu dan golongan tertentu. Sebab, bangsa ini sudah terlalu lama kehilangan kendaraan yang nyaman ditumpangi untuk memfasilitasi proses pembentukan karakter bangsa yang secara eksplisit tertuang dalam dasadarma pramuka. arsad Jakarta, 5 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar